Jangan Asal Pilih, Inilah 5 Tips Memilih Makanan Kaleng yang Perlu Anda Terapkan

  • Whatsapp

Jangan-Asal-Pilih,-Inilah-5-Tips-Memilih-Makanan-Kaleng-yang-Perlu-Anda-Terapkan
Makanan kaleng identik dengan makanan siap saji yang tahan lama. Makanan kaleng tersebut bisa berupa sarden, sosis atau ikan laut lainnya.
Harga sarden ataupun ikan kaleng berbeda-beda tergantung merk, netto dan jenisnya.

Sayangnya tidak sedikit makanan kaleng yang beredar mengandung bahaya baik itu dari segi pengemasan maupun dari segi makanannya itu sendiri. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana tips memilih makanan kaleng yang tepat dan aman untuk keluarga.

Read More

Memilih Makanan Berkaleng

Untuk menghindari keracunan dan gangguan makan, memilih makanan berkaleng sangat penting dilakukan. Berikut tips bagi Anda saat berbelanja makanan berkaleng untuk keluarga:

1. Cek tanggal kadaluarsa

Meskipun tahan lama, makanan berkaleng tetap memiliki batas waktu penyimpanan. Periksa tanggal kadaluarsa yang biasanya terdapat pada bagian bawah kaleng atau pada pembungkus kaleng.

Penting bagi Anda untuk mengetahui tanggal kadaluarsa, pertimbangkan pula kapan Anda akan memasaknya dan kira-kira berapa lama Anda akan menyimpannya. Apabila tidak ada tanggal kadaluarsanya, tanyakan ke penjual untuk mengetahuinya.

2. Pastikan kondisi kaleng tidak rusak

Distribusi makanan kaleng dari produsen hingga sampai ke tempat Anda membeli merupakan sebuah rantai bisnis yang tidak bisa putus. Terkadang penyimpanan dan distribusi yang dilakukan menyebabkan kaleng penyok, berlubang atau bahkan rusak.

Kondisi kaleng yang rusak tersebut dapat mempengaruhi makanan yang ada di dalamnya. Udara kotor, debu dan kuman dapat menyebabkan makanan terkontaminasi. Sehingga pastikan kondisi kaleng dalam keadaan normal.

3. Perhatikan pembuka kaleng

Beberapa jenis kaleng dilengkapi dengan pembuka yang terpasang pada bagian atas tutup kaleng. Hal tersebut dapat mempermudah Anda dalam membuka kaleng makanan.

Adanya pembuka kaleng ini tidak mempengaruhi harga sarden. Tetapi sangat disayangkan jika Anda menerima makanan berkaleng dengan kondisi pembuka kaleng yang rusak atau bahkan sudah terbuka. Hindari memilih makanan kaleng tersebut meskipun dibandrol dengan harga diskon besar.

4. Sesuaikan netto dengan kebutuhan

Ada berbagai ukuran makanan kaleng yang bisa Anda pilih di supermarket atau tempat

berbelanja lainnya. Nettonya pun beragam. Sesuaikan kebutuhan Anda dan hindari membeli makanan berkaleng yang berukuran besar apabila Anda mempunyai maksud untuk menyimpannya sebagai stok di rumah. Lebih baik memilih kemasan dengan netto yang lebih kecil supaya bisa dihabiskan sekali buka.

5. Lihat komposisi makanan

Sebenarnya makanan kaleng lebih baik sangat dihindari dikarenakan sudah pasti mengandung bahan pengawet dan zat pemanis buatan. Terlebih bahan utama makanan berkaleng adalah bahan pangan dari laut seperti ikan laut yang bisa membawa merkuri pada tubuhnya. Merkuri sangat bahaya bagi tubuh terutama bagi ibu hamil.

Anda dapat melihat komposisi pada makanan berkaleng. Apabila memiliki kandungan nitrat dengan konsentrasi tinggi lebih baik dihindari. BPA atau Bisphenol A yang digunakan sebagai lapisan kaleng bisa meresap pada makanan berkaleng. Jika terus menerus dikonsumsi dapat menimbulkan kanker.

Makanan berkaleng dalam proses pembuatannya melalui berbagai proses mulai dari pengolahan, penyegelan dan pemanasan. Saat proses pemanasan berlangsung inilah vitamin banyak yang larut dalam air seperti vitamin C dan B. Ada kemungkinan proses yang tidak benar saat pengemasan bisa menyebabkan makanan mengandung bakteri berbahaya. Salah satu bakteri tersebut adalah Clostridium botulinum.

Banyak sekali produk sarden atau makanan kaleng lainnya yang bisa Anda temukan di etalase supermarket. Pastikan Anda memilih produk yang berkualitasnya, ya. Jadi selain memastikan harga sarden tersebut terjangkau, Anda juga harus memperhatikan komposisi maupun tanggal kadaluarsanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *